"Mendengarkan suara dari langit baik berupa simfoni suara hujan, gemuruh awan, gelegar halilintar, atau rentetan kilat bersabung seringkali menjadi pemantik munculnya ide. Semua itu pada hakikatnya merupakan elemen paling dasar di dalam hidup, yakni air, udara (angin), api (cahaya), selain elemen tanah (bumi) yang kita pijak ini. Memahami suara dari langit dalam proses kreativitas penulisan puisi berarti mencoba menafsirkan sasmita, pertanda alam, pesan-pesan semesta yang merupakan ejawantah dari pesan keabadian." (Yanti Sri Budiarti)

"Menulis puisi adalah cara untuk tidak menjadi gila di tengah-tengah kegilaan hidup. Menulis puisi adalah cara untuk berbicara kepada para penguasa yang sudah tak punya rasa. Menulis puisi adalah cara untuk mencintai tanah, air, udara, dan kekasih. Karena itu, saya tak akan berhenti menulis puisi. Saya menulis puisi supaya tetap berpikir. Saya berpikir supaya tetap ada" (Agus Nasihin)


Sabtu, 26 November 2011

MP3 - MUSIKALISASI PUISI TERBARU

Bagaimana mungkin kami dapat bersuara
Bukankah suara kami sudah diminta paksa
Oleh mereka yang suka pelesiran ke manca negara
Oleh orang-orang yang fotonya terpampang di dinding bersama garuda
Oleh bapak-bapak yang memakai safari ke mana mana sambil meralat janjinya


Selengkapnya silakan download MP3-nya:

"Suara dari Bumi" - Musikalisasi puisi Agus Nasihin
 Lagu: Azep Bima - Aktorchestra 2011

"Suara dari Langit" - Musikalisasi puisi Yanti Sri Budiarti
Lagu: Azep Bima - Aktorchestra 2011